21.7.08

PLN.. oooh.. PLN..

Another mistake by PLN. Saya ga tau PLN mana yang melakukannya. Beberapa bulan yang lalu (saya lupa kapan tepatnya), jalan di dekat kompleks rumah yang baru aja selesai diaspal dengan rapinya sejak kira-kira setahun yang lalu (kayanya belum sampe setahun juga deh) dilakukan penggalian. Lumayan dalem juga dan makan area jalan yang cukup panjang.

Awalnya saya dan keluarga saya bertanya-tanya, "Mau diapain lagi ya jalanan digali-gali lagi?"

Beberapa kemudian, di deket galian itu diletakkan semacam papan yang tulisannya kurang lebih kaya gini: "Mohon maaf perjalanan Anda terganggu. Ada galian PLN."

Sempet saya bertanya-tanya dalam hati, "Apa ya kira-kira yang dikerjain PLN?" Sempet kesel juga gara-gara jalanan yang belum lama ini udah bagus berkat swadaya warga sekitar udah diberantakin lagi. Sama PLN pula. Mudah-mudahan aja PLN ngasih pemberitahuan ke Pemda, camat, lurah, RW, dan RT di situ.

Tapi rasa kesel saya ternyata ga hanya sampe di situ. Penggalian yang ternyata buat naro kabel optik (kalo ga salah itu namanya) itu memakan waktu sampe lebih dari 1 bulan. Saya ga tau apa hanya saya aja yang ngerasa itu kelamaan atau ga. Tapi kondisi itu sempet ganggu pengguna jalan dan warga yang tinggal di pinggir jalanan itu. 1 bulan bukan waktu yang lama kan? Hal lain yang bikin saya kesel ialah penambalan jalan bekas galian yang dilakuin PLN itu terkesan seenaknya. Asal ketambal, beda banget dengan kondisi jalan sebelum galian itu dimulai. Sekarang jalanan di situ ga rata alias bergelombang. Saya pikir masa iya PLN ga mampu bayar kontraktor yang bagus buat perbaikin jalan???

Setelah penggalian ini selesai, rupanya penggalian ini dilanjutin lagi untuk sepanjang Jalan Cinere Raya, jalan raya gede yang biasa dilewatin orang banyak (kalo mau ke Masjid Kubah Mas kayanya pasti lewat jalan ini deh). Emang sih ga langsung sepanjang jalan yang digali, tapi penggaliannya dipenggal-penggal secara bergantian di sepanjang jalan itu. Biasanya jalan raya ini di area ada yang cuma bisa memuat 2 jalur mobil untuk 2 arah yang berlawanan (artinya cuma 1 lajur untuk 1 arah mobil). Dengan adanya penggalian ini, berarti jalanan di beberapa area jalan yang bisa dipake tinggal 1 jalur. Kebayang kan macetnya kaya apa di Cinere Raya sekarang. Kalau penggalian di sepanjang jalan ini dipenggal jadi 3 area dan setiap penggalian di suatu area memakan waktu minimal 1 bulan, berarti jalanan ini bakal mengalami kemacetan yang luar biasa selama 3 bulan. Ga usah digali aja Cinere Raya udah macet, apalagi ada penggalian!

Kabarnya sih penggalian ini juga bakal dilakuin sampe Ciputat. Ga tau juga sih apa udah dilakuin atau belum. Saya sih udah males ngebayangin macetnya Ciputat ntar. Ditambah lagi ngebayangin gimana serabutannya angkutan umum di Ciputat, apalagi yang deket-deket terminal bus Lebak Bulus kalo di situ juga bakal ada penggalian.

Saya sempet baca di koran (saya lupa koran apa dan edisi kapan) mengenai penggalian PLN yang sangat mengganggu ini. Pernah ada yang berusaha meminta konfirmasi ke PLN Depok karena mengira penggalian ini kerjaan PLN Depok. Setelah dicek oleh petugas PLN Depok, ternyata penggalian ini bukan mereka yang bikin. Mereka bilang kayanya PLN Cinere. Di artikel itu juga disebutin kalo banyak warga yang punya usaha di pinggir jalan yang terkena penggalian protes gara-gara pendapatan mereka menurun. Kalo dipikir-pikir pantes aja turun. Males juga kali orang-orang pada ke sana gara-gara ada galian di depannya.

Saya ga tau apakah postingan ini bakal dibaca sama orang PLN apa ga. Tapi kalo ada di antara kalian, para pembaca, yang merupakan pegawai PLN atau punya kenalan di PLN (keluarga, temen, relasi, atau siapa pun), tolong dong ditindaklanjuti. Mau sampai kapan penggalian ini berlangsung? Tolong sampein juga kalo mau nambal bekas galian, tambalannya yang bagus yang mulus. Jangan sampe ga rata atau bergelombang gitu. Kasian yang punya mobil/motor kalo lewat situ. Tolong ya ladies & gentlemen...

11.7.08

Electricity Shutdowns by PLN

Right now, or for about 15 days (11th-25th July 2008), the national electricity company (PLN: Perusahaan Listrik Negara) is conducting intermittent power shutdowns in Jakarta, Indonesia. It is done because of lack of gas supplies to Tanjung Priok and Muara Karang plants. PLN said that the company would try to conduct maintenance while the shutdowns is conducted. As the result, many companies including hotels, factories, malls, etch. have to have their generators be ready to work. Besides, they have to make sure that their customers wouldn't have make complaints due to they dissatisfaction. For your information, the shutdowns were already happened in another region in Indonesia, not only in Jakarta.

These shutdowns, of course, are protested by the companies above. They feel that the shutdowns would give an impact to their productivity. Even though they can use the generators as subtitutes, the devices can only provide electricity at most 80% of maximum capacity. How can a garment factory, for example, produce its customer's demands?

The shutdowns also will be concerns for the investors or the investor candidates. If the shutdowns are happened frequently, positively they will go to invest their capital in another country which can give them more profits. If this thing happens, this country will fall down to its lower point. A bit extreme, but can possibly be happened.

I wonder if the government has ever thought about the impacts of the shutdowns for a long term. Aren't there another options instead of conducting the shutdowns? I don't know if I can't blame the government, but it's like the shutdowns are caused by the government's lack to provide another resources besides gases and oil (Is oil used as fuel for the electricity plants? I really don't know) like solar, wind, water, even nuclear energy.

PLN said that the company had a lost instead of making profits. The company too had decided to change the electricity tariff policy. The objectives are to minimize the electricity usage by the society and to minimize its operational cost. Till now, I've never heard that the new policy had brought good impacts to PLN's performance in general.

When I studied in university, my friends and I worked on homeworks related to innovators who bring their new ideas to develop their community. My group presented Tri Mumpuni as our idol. With her husband, she created a device to provide electricity in their communities using micro-hydropower plant. Here is a link to the story: http://www.ashoka.org/node/3870

Instead of blaming our government, especially PLN, on this matter, we have to help the government and PLN to minimize the electricity usage. If we don't use any electric devices, we have to turn it off. If necessary, we can unplug the cable connected to the electricity. It too gives an advantage to prevent global warming.

"To improve our lives, we have to do small things together, so that the things will give positive big impacts to our lives."